Sabtu, 27 Februari 2010

Tantangan Implementasi IP Mobility



A. Umum

Para analis memperkirakan bahwa ledakan pertumbuhan industri wireless communication beberapa tahun terakhir akan terus berlanjut. Tahun 2006 jumlah pekerja yang mobile akan mencapai 105 juta atau 66 persen dari total pekerja (sumber IDC-1). Meta Group memperkirakan dalam 3 tahun 50 persen perusahaan akan mempunyai wireless email dan akan mendorong munculnya aplikasi-aplikasi wireless. Gartner memperkirakan bahwa tahun 2010, 80 persen dari key bisnis proses akan melekat dalam pekerja yang mobile. Meta Group memperkirakan bahwa tahun 2005, 95 persen industri laptop akan mengemas laptop dengan kemampuan mobile. Dampaknya wireless connectivity akan memjadi sesuatu yang normal/wajar tanpa melihat dari sisi bisnis sudah siap atau belum.

Pertumbuhan mobility yang fenomenal didorong oleh kebutuhan end-user dan perkembangan IP network yang sangat cepat. Dan dalam kenyataannya beberapa perusahaan mempunyai infrastruktur wireless yang dikembangkan secara independen oleh para pegawainya. Analisa dari Gartner memperkirakan satu dari lima perusahaan telah mengimplementasikan wireless LAN (WLAN) meskipun belum tentu CIO perusahaan tersebut tahu. Yang menggembirakan adalah banyak perusahaan telah mengenali kebutuhan mereka untuk mendukung perangkat mobile dan meningkatkan kemampuan mobility.

Departemen-departemen dalam pemerintahan, pusat kesehatan, lembaga pendidikan, dan industri-industri high technology dengan lingkungan kampus yang cukup luas dan populasi pegawai yang mobile cukup besar secara proaktif mengembangkan infrastruktur wireless dengan memadukan wireless access point dan wireless switching yang mendukung kemampuan roaming. Sementara IP based mobility berkembang dengan pesat, perusahaan-perusahaan juga mengembangkan aplikasi-aplikasi yang dapat mendukung produktivitas dan kepuasan pelanggan. Aplikasi seperti unified messaging, conferencing dan instant messaging mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Pengaruh dari IP based mobility, convergence applications, perangkat mobile yang kaya dengan fitur menawarkan peluang-peluang baru bagi perusahaan. Mereka dapat meningkatkan produktivitas karyawan dan meningkatkan layanan ke pelanggan dengan biaya yang rendah dibanding dengan solusi mobility dengan berbasis teknologi TDM.


B. IP Mobility

Mobility adalah kemampuan untuk roaming dan masih dapat melakukan akses ke jaringan lain. Mobility seperti pada jaringan selular, memungkinkan user dalam suatu perusahaan berpindah ke corporate atau lokasi yang berbeda sepanjang wireless network masih tersedia. Pendekatan mobility adalah dengan mempertimbangkan tipe dari jaringan yang dipakai di berbagai macam waktu dan keadaan, seorang karyawan perusahaan dalam melaksanakan tugasnya dapat saja dalam keadaan sbb:

* ­ Di meja kerja dengan telepon meja
* ­ Di ruang conference dengan wireless LAN
* ­ Roaming/di luar kantor
* ­ Sedang dalam kendaraan menuju kantor cabang
* ­ Di hotel dengan koneksi PSTN atau Internet
* ­ Di rumah dengan media akses ke telepon rumah

Visi kedepannya adalah menyediakan seamless mobility dengan user dapat memilih berbagai alternatif akses sesuai kondisi user, tentunya dengan mempertimbangkan biaya.

Mobility biasanya dibagi dalam tiga dimensi :

­

* Physical Mobility: user dapat pindah diantara network-network yang tersedia dengan pertimbangan cost-effective. Pilihan network seperti Enterprise LAN, Enterprise WAN, wireless LAN, Internet dan PSTN.

* Identity Portability: User dapat roaming di berbagai infrastruktur jaringan yang berbeda dengan menggunakan identitas tunggal. Identitas tunggal bisa saja berupa nomor telepon, ini juga sangat berguna apabila ada karyawan yang keluar atau pindah maka identitas bisa diteruskan ke penggantinya sehingga customer tidak kehilangan kontak.

* User Interface Universality: User dapat menggunakan seluruh fitur dan aplikasi sesuai dengan tingkat otorisasi user, tentunya dengan menggunakan berbagai perangkat dan tipe akses.


C. Tantangan Implementasi IP Mobility

Tantangan implementasi IP mobility dapat dikelompokkan dalam empat kategori yaitu: Security, roaming, device dan portability.

Security: Ketika user sedang mobile, koneksi dan akses data mau tidak mau terjadi lintas multiple network boundaries, dimana masing-masing jaringan mempunyai kebijakan security tersendiri. Wireless network juga memerlukan proteksi dimana tidak semua user dapat masuk ke jaringan melalui akses point. Penyediaan autentikasi akses ke wireless network dan aplikasi-aplikasi yang didalamnya melalui wireless domain menjadi persyaratan penting dalam implementasi enterprise mobility ini.

Roaming: Roaming dapat diartikan berpindah dari satu network boundary ke network lain selama komunikasi berlangsung. Roaming tidak hanya antar enterprise wireless LAN tetapi juga antar subnet. Roaming menyebabkan komunikasi terputus khususnya komunikasi yang bersifat real-time seperti komunikasi suara. Menjaga koneksi yang konsisten selama switch over dan hand-offs diantara wireless network merupakan faktor esensial dalam enterprise mobility terutama untuk mengakomodasi berbagai aplikasi dalam enterprise wireless LAN.

Devices: Mobility memungkinkan akses secara remote dengan menggunakan perangkat seperti IP Phone dan juga roaming. Ada dua persyaratan perangkat dalam mendukung mobility, pertama perangkat harus mampu berkomunikasi dengan perangkat lain dengan berbagai tipe akses. Dan yang kedua perangkat harus mempunyai kemampuan untuk mengakses berbagai aplikasi yang dibangun oleh enterprise.

Portability: Dalam jaringan yang konvensional, pemanggil mempunyai banyak pilihan nomor untuk menghubungi yang dipanggil (PSTN, Cellular, Office, and Home). Dan tentu saja akan lebih mudah kalau user yang dipanggil hanya mempunyai satu nomor identitas, dan identitas tersebut otomatis akan melekat pada apa saja perangkat dan akses yang sedang dipakai oleh user.


D. Kesimpulan

Banyak yang memperkirakan bahwa IP Mobility akan menjadi layanan yang sangat diperlukan bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas, terutama perusahaan yang sebagian besar pegawainya mobile. Mobility sendiri harus mencakup mobile secara fisik, identitas dan aplikasi sesuai dengan user authority. Sedangkan dalam implementasinya tantangan yang perlu segera dipecahkan adalah masalah security, roaming, devices dan portability.


Karno Budiono, penulis adalah engineer lab transport di TELKOM R&D Center yang terlibat dalam kegiatan assessment teknologi jaringan transport, Pengembangan Hosted IP PBX dan Video Conference dan anggota tim percepatan industri ICT dalam negeri.


Referensi:

1. Mobile IP-Technology and Application, Cisco, 2005

2. IP mobility, 3com, 2003

Macm-macam situs web

Sebuah Website statik, adalah salah satu bentuk website yang isi didalam website tersebut tidak dimaksudkan untuk di update secara berkala, dan biasanya di maintain secara manual oleh beberapa orang yang menggunakan software editor. Ada 3 tipe kategori software editor yang biasa dipakai untuk tujuan maintaining ini, mereka adalah :

  1. Elemen 1 Penyunting teks. Contohnya adalah Notepad atau TextEdit, dimana HTML diubah didalam program editor tersebut.
  2. Elemen 2 WYSIWYG editor. Contohnya Microsoft Frontpage dan Macromedia Dreamweaver, dimana situs di edit menggunakan GUI (Graphical User Interface) dan format HTML ini secara otomatis di generate oleh editor ini.
  3. Elemen 3 Editor yang sudah memiliki templat, contohnya Rapidweaver dan iWeb, dimana, editor ini membolehkan user untuk membuat dan mengupdate websitenya langsung ke server web secara cepat, tanpa harus mengetahui apapun tentang HTML. Mereka dapat memilih templat yang sesuai dengan keinginan mereka, menambah gambar atau obyek, mengisinya dengan tulisan, dan dengan sekejap mereka sudah dapat membuat situs web tanpa harus melihat sama sekali kode-kode HTML.

Sebuah website dynamic adalah website yang secara berkala, informasi didalamnya berubah, atau website ini bisa berhubungan dengan user dengan berbagai macam cara atau metode (HTTP cookies atau Variabel Database, sejarah kunjungan, variabel sesi dan lain-lain) bisa juga dengan cara interaksi langsung menggunakan form dan pergerakan mouse. Ketika web server menerima permintaan dari user untuk memberikan halaman tertentu, maka halaman tersebut akan secara otomatis di ambil dari media penyimpanan sebagai respon dari permintaan yang diminta oleh user. Sebuah situs dapat menampilkan dialog yang sedang berlangsung diantara dua user, memantau perubahan situasi, atau menyediakan informasi yang berkaitan dengan sang user.

Ada banyak jenis sistem software yang dapat dipakai untuk meng-generate Dynamic Web System dan Situs Dynamic, beberapa diantaranya adalah ColdFusion (CFM), Active Server Pages (ASP), Java Server Pages (JSP) dan PHP, bahasa program yang mampu untuk meng-generate Dynamic Web System dan Situs Dinamis. Situs juga bisa termasuk didalamnya berisi informasi yang diambil dari satu atau lebih database atau bisa juga menggunakan teknologi berbasis XML, contohnya adalah RSS. Isi situs yang statis juga secara periodik di generate, atau, apabila ada keadaan dimana dia butuh untuk dikembalikan kepada keadaan semula, maka dia akan di generate, hal ini untuk menghindari kinerjanya supaya tetap terjaga.

Plugin tersedia untuk menambah banyaknya feature dan kemampuan dari web browser, dimana, plugin ini dipakai untuk membuka content yang biasanya berupa cuplikan dari gambar bergerak (active content) contohnya adalah Flash, Shockwave atau applets yang ditulis dalam bahasa JAVA. Dynamic HTML juga menyediakan untuk user supaya dia bisa secara interaktif dan realtime, meng-update di web page tersebut (catatan; halaman yang dirubah, tak perlu di load atau di reloaded agar perubahannya dapat dilihat), biasanya perubahan yang dilakukan mereka memakai DOM dan Javascript yang sudah tersedia pada semua Web Browser sekarang ini.

Seperti yang tertulis di atas, di luar sana ada beberapa perbedaan dalam penulisan dari terminologi website. Walaupun ¨Website¨ sudah secara umum dipakai, namun untuk Associated Press Stylebook, Reuters, Microsoft, Academia, dan kamus-kamus yang ada, penulisan yang mereka pakai adalah dengan menggunakan 2 kata, yaitu Web site. Hal ini karena ¨Web¨ bukanlah terminilogi umum, namun kependekan dari World Wide Web.

Senin, 15 Februari 2010

Pengenalan Microsoft Office 2010

Microsoft Office 2010

Microsoft sudah siap dengan versi beta disini cuma sekedar versi uji coba saja dari Office 2010. Versi terakhir Office adalah Office 2007, Office 2003 dan sebelumnya Office 2000. Versi beta ini bisa di download (diunduh) dari situs Microsoftnya langsung, dan bisa dipakai secara free hingga waktu tertentu atau yang sering kita sebuat dengan “Trial”. Bagi pengguna komputer yang memiliki pengetahuan terbatas, tidak dianjurkan menggunakan aplikasi ini karena masih bisa mengandung bug atau error.

berdasarkan pengalaman yang saya ketahui dalam segi tampilan awal atau tampilan pada saat kita masuk ke office word, excel, powerpoint dan lain-lain memang sangat menarik. tapi kekurangan dari windows 2010 ini tidak bagus dari segi letak file,formatnya dan lain-lain dibandingkan dengan Office 2007. memang saya akui Office 2010 ini baru sekedar uji coba saja. tapi dengan kita memakai Office 2010 bisa menambah daya ingat kita dalam hal memakai semua peritah-perintah yang ada pada Office 2010 dibandingkan dengan Office 2007 disini memang dari segi kualitas lebih menarik dan mudah untuk memakainya.

Namun saya pikir sangat layak untuk dicoba, jika anda mengalami crash atau sulit, langsung switch back ke versi lama yang sudah stabil saja. Selamat mencoba, klik disini untuk info detail dan download.

Yang tersedia dalam Office 2010 adalah:
Word
Access
PowerPoint
Publisher
Outlook
InfoPath
Excel
SharePoint Workspace
OneNote
Communicator

Dalam paket terpisah juga ada:
Microsoft Visio 2010
Microsoft Project 2010

membuat kalkulator dalam JAVA

class tugas
{
int A=11;
int B=10;
int C=9;
int D=8;
int E;
public static void main(String[] args)
{
tugas mv = new tugas ();
System.out.println("Panjang luar =" +mv.A);
System.out.println("Panjang dalam =" +mv.B);
System.out.println("Lebar Luar =" +mv.C);
System.out.println("Lebar Dalam =" +mv.D);
System.out.println("Luas Arsir ="+((mv.A * mv.C-mv.B * mv.D)));
}
}






/**
* @(#)Text1.java
*
*
* @author
* @version 1.00 2008/11/6
*/


import javax.swing.*;
import java.io.*;
import java.awt.*;
import java.awt.event.*;
import javax.swing.UIManager;

class MiniCalculator extends JFrame implements ActionListener {
private JPanel panelAtas = new JPanel();
private JPanel panelTengah = new JPanel();
private JPanel panelBawah = new JPanel();

private JTextField tampilan = new JTextField("");
private JCheckBox pemisahRibuan = new JCheckBox("Pemisah Ribuan", true);

private JButton[] tombolFungsi =
{
new JButton("Hapus"), new JButton("Batal"),
new JButton("Ulang"), new JButton("^"),
new JButton("7"), new JButton("8"),
new JButton("9"), new JButton("*"),
new JButton("4"), new JButton("5"),
new JButton("6"), new JButton("/"),
new JButton("1"), new JButton("2"),
new JButton("3"), new JButton("-"),
new JButton("0"), new JButton("."),
new JButton("="), new JButton("+"),
};

private JLabel informasi = new JLabel("(c)2008");
private JButton tombolExit = new JButton("Exit");

private char operator = ' ';
private double dataPertama = 0.0;
private double dataKedua = 0.0;
private double dataHasil = 0.0;
private boolean awalKetikan = true;
private boolean entryPertama = true;
private boolean entryDesimal = true;

//----------------------------
//Constructor class
//----------------------------
public MiniCalculator() {
super("Kalkulator Sederhana");

setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
setLocationRelativeTo(null);
setSize(350,300);
setResizable(false);

//Procedure
setPanelAtas();
setPanelTengah();
setPanelBawah();
resetNilai();

getContentPane().setLayout(new BorderLayout());
getContentPane().add(panelAtas, BorderLayout.NORTH);
getContentPane().add(panelTengah, BorderLayout.CENTER);
getContentPane().add(panelBawah, BorderLayout.SOUTH);

show();
}

//----------------------
//Mereset seluruh nilai
//----------------------
private void resetNilai()
{
operator = ' ';

dataPertama = 0.0;
dataKedua = 0.0;
dataHasil = 0.0;

awalKetikan = true;
entryPertama = true;
entryDesimal = false;
}

//-------------------
//Mengatur Panel Atas
//-------------------
private void setPanelAtas()
{
pemisahRibuan.setForeground(new Color (0,0,0));
pemisahRibuan.setFont(new Font ("arial", Font.PLAIN, 14));

tampilan.setEnabled(false);
tampilan.setHorizontalAlignment(JTextField.RIGHT);
tampilan.setFont(new Font("arial", Font.BOLD, 15));

panelAtas.setLayout(new BorderLayout());
panelAtas.add(tampilan, BorderLayout.CENTER);
panelAtas.add(pemisahRibuan, BorderLayout.SOUTH);
}

//---------------------
//Mengatur Panel Tengah
//---------------------
private void setPanelTengah()
{
panelTengah.setLayout(new GridLayout (5,4));

for (int i=0; i<5*4; temp =" data.toString();"> 3)
{
temp = data.substring(data.length() - 3);
data.delete(data.length() - 3, data.length());

temp = pisahkan(data) + ',' + temp.toString();
}
return(temp);
}

//---------------------------
//Pemisah Ribuan
//---------------------------
private String pisahkanRibuan(double data)
{
String string = Double.toString(data);
int titik = string.indexOf('.');
String pecahan = string.substring(titik);
long bulat = new Double(dataHasil).longValue();

string = Long.toString(bulat);
string = pisahkan(new StringBuffer (string));

return(string);
}

//---------------------------
//Menghapus karakter terakhir
//---------------------------
private void hapusKarakter()
{
if (tampilan.getText().length() > 0)
{
StringBuffer data = new StringBuffer(tampilan.getText());
char terakhir = data.charAt(data.length()-1);

if (terakhir == '.')
entryDesimal = false;

data.deleteCharAt(data.length()-1);
tampilan.setText(data.toString());
}
}

//---------------------------
//Membatalkan data Terakhir
//---------------------------
private void batalkanData()
{
if (entryPertama)
dataPertama = 0.0;
else
dataKedua = 0.0;

tampilan.setText("");
}

//---------------------------
//Mengupdate data angka
//---------------------------
private void updateData(int index)
{
if (awalKetikan)
tampilan.setText("");

String label = tombolFungsi[index].getLabel();
char karakter = label.charAt(0);
StringBuffer data = new StringBuffer(tampilan.getText());
tampilan.setText(data.toString() + karakter);

awalKetikan = false;
}

//---------------------------
//Mengupdate Data Operator
//---------------------------
private void updateOperator(int index)
{
if (entryPertama)
{
StringBuffer data = new StringBuffer(tampilan.getText());
dataPertama = Double.parseDouble(data.toString());
}

String label = tombolFungsi[index].getLabel();
operator = label.charAt(0);
entryPertama = false;
awalKetikan = true;
}

//----------------------------
//Melakukan proses perhitungan
//----------------------------
private void prosesPerhitungan()
{
StringBuffer data = new StringBuffer(tampilan.getText());
dataKedua = Double.parseDouble(data.toString());

switch(operator)
{
case '+': dataHasil = dataPertama + dataKedua;
break;
case '-': dataHasil = dataPertama - dataKedua;
break;
case '*': dataHasil = dataPertama * dataKedua;
break;
case '/': dataHasil = dataPertama / dataKedua;
break;
case '^': dataHasil = Math.pow(dataPertama, dataKedua);
break;
}

if (pemisahRibuan.isSelected())
tampilan.setText(pisahkanRibuan(dataHasil));
else
tampilan.setText(Double.toString(dataHasil));

entryPertama = true;
awalKetikan = true;
}

//--------------------------
//Menambahkan tanda desimal
//--------------------------
private void tambahTandaDesimal()
{
if(!entryDesimal && !awalKetikan)
{
entryDesimal = true;

StringBuffer data = new StringBuffer(tampilan.getText());
tampilan.setText(data.toString() + '.');
}
}

//---------------------------
//Action terhadap respon user
//---------------------------
public void actionPerformed(ActionEvent event)
{
Object objek = event.getSource();
int lokasi = 0;

if (objek == tombolExit)
System.exit(0);
else
{
for (; lokasi<20; lokasi++)
if (objek == tombolFungsi[lokasi])
break;

switch(lokasi)
{
case 0 : hapusKarakter();
break;
case 1 : batalkanData();
break;
case 2 : resetNilai();
tampilan.setText("");
break;
case 16 : ;
case 12 : ;
case 13 : ;
case 14 : ;
case 8 : ;
case 9 : ;
case 10 : ;
case 4 : ;
case 5 : ;
case 6 : updateData(lokasi);
break;
case 3 : ;
case 7 : ;
case 11 : ;
case 15 : ;
case 19 : updateOperator(lokasi);
break;
case 18 : prosesPerhitungan();
break;
case 17 : tambahTandaDesimal();
break;
}
}
}
}

//-----------
//Class Utama
//-----------
public class CobaCalculator
{
public static void main(String[] args) {
java.awt.EventQueue.invokeLater(new Runnable() {
public void run() {
try {
UIManager.setLookAndFeel("com.sun.java.swing.plaf.gtk.GTKLookAndFeel");
} catch (Exception e) {
System.out.println("Look And Feel Not Supported, Ignored !!!");
}
new MiniCalculator();
} // end run method
}); // end thread safe
}
}